Kamis, 05 Desember 2019

1.<HTML>
HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language yaitu bahasa pemrograman  standar yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, yang kemudian dapat diakses untuk menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet (Browser). HTML dapat juga digunakan sebagai link link antara file-file dalam situs atau dalam komputer dengan menggunakan localhost, atau link yang menghubungkan antar situs dalam dunia internet.


Supaya  dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi Pemformatan hiperteks sederhana ditulis dalam berkas format ASCII sehingga menjadi halaman web dengan perintah-perintah HTML.
HTML merupakan sebuah bahasa yang bermula bahasa yang sebelumnya banyak dipakai di dunia percetakan dan penerbirtan yang disebut  Standard Generalized Markup Language (SGML).


Pengertian dan Fungsi HTML (HyperText Markup Language) - Feriantano.com


Sekarang ini HTML merupakan standar Internet yang dikendalikan dan didefinisikan pemakaiannya oleh World Wide Web Consortium (W3C).  Pada tahun 1989, HTML dibuat oleh kolaborasi Berners-lee Robert dengan Caillau TIM pada saat mereka bekerja di CERN (CERN merupakan lembaga penelitian fisika energi tinggi di Jenewa)


HTTP atau Hypertext Transfer Protokol merupakan protokol yang digunakan untuk mentransfer data atau document yang berformat HTML dari web server ke web browser. Dengan HTTP inilah yang memungkinkan Anda menjelajah internet dan melihat halaman web.




2.Fungsi <HTML> (HyperText Markup Language)



HTML (HyperText Markup Language) adalah suatu bahasa yang menggunakan tanda-tanda tertentu (tag) untuk menyatakan kode-kode yang harus ditafsirkan oleh browser agar halaman tersebut dapat ditampilkan secara benar.


Secara umum, fungsi HTML adalah untuk mengelola serangkaian data dan informasi sehingga suatu dokumen dapat diakses dan ditampilkan di Internet melalui layanan web.


Fungsi HTML yang lebih spesifik yaitu :
  1. Membuat halaman web.
  2. Menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet.
  3. Membuat link menuju halaman web lain dengan kode tertentu (hypertext).
3.CONTOH <HTML>
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title> ini html dasar</title>
</head>
<body>


</body>
</html>


4.sejarah <HTML> 

 

24 November 1995
HTML 2.0 dipublikasikan sebagai IETF RFC 1866. Penambahan RFC memperbanyak kemampuan untuk:
  • November 25, 1995: RFC 1867 (mengunggah file berdasarkan bentuk)
  • Mei 1996: RFC 1942 (tabel)
  • Agustus 1996: RFC 1980 (peta gambar berbasis klien)
  • Januari 1997: RFC 2070 (internasionalisasi)
14 Januari 1997
HTML 3.2[8] dipublikasikan sebagai Konsorsium World Wide Web. Versi ini merupakan versi pertama yang dikembangkan dan distandarisasi secara khusus oleh Konsorsium World Wide Web, sebagaimana IETF sudah menutup kelompok kerja HTMLnya pada 12 September, 1996.[9]
Pada awalnya disebut "Wilbur",[10] HTML 3.2 menghilangkan rumus matematika sama sekali yang sedang berkonsiliasi atas kasus tumpang tindih antara berbagai kepemilikan dan mengadopsi sebagian besar tanda markah visual dari Netscape. Elemen kedip dari Netscape dan elemen marquee besutan Microsoft dihilangkan karena kesepakatan bersama antara kedua perusahaan.[11] Sebuah markup untuk rumus matematika serupa dengan yang ada dalam HTML tidak memiliki standar sampai 14 bulan kemudian di MathML.
18 December 1997
HTML 4.0[12] dipublikasikan sebagai rekomendasi W3C. Versi ini memiliki 3 variasi, yaitu:
  • Ketat, di mana elemen terdeprekasi dilarang.
  • Transisional, di mana elemen terdeprekasi diperbolehkan.
  • Frameset, di mana sebagian besar hanya elemen yang berkaitan dengan frame diperbolehkan.
Dulunya memiliki kode nama "Cougar",[10] HTML 4.0 mengadopsi banyak tipe elemen dan atribut yang spesifik untuk peramban.HTML 4 adalah sebuah aplikasi SGML sesuai dengan ISO 8879 – SGML.[13]


1.pengertian css
Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengatur beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file).[1] Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.[1]
CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya.[1] CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.[2]Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.[2]




2.fungsi css
fungsi CSS
Fungsi dari adanya file CSS dalam setiap website kami rasa cukup penting. Sebelumnya juga sudah sempat dibahas bahwa dengan adanya CSS anda dapat membedakan konten atau style dengan dokumen atau file website itu sendiri. Bisa dibilang salah satu tolak ukur dari kualitas halaman website yang dibuat adalah dari style yang digunakan, dan disini CSS berperan sangat vital.
Keuntungan lain dari penggunaan file CSS adalah seakan – akan dapat dibuat menjadi library style yang bisa digunakan lagi sewaktu – waktu, tergantung dari anda untuk mengkreasikannya agar bentuk tampilan antar website yang dibuat tidak sama. Selain itu dengan adanya CSS seorang programmer web juga diberi kebebasan untuk berinovasi serta berkreasi seindah mungkin karena tidak ada batasan – batasan dari penggunaan kode CSS itu sendiri.


3.cara kerja css


cara kerja CSS
Berbeda dari pembelajaran HTML, PHP atau Javascript yang memiliki rumus atau metode tersendiri pada CSS cara kerja penulisan kode bisa dibilang paling mudah. Seorang programmer hanya perlu menambah wawasan mengenai instruksi atau perintah untuk mendesain web secara menyeluruh. Pada CSS anda hanya perlu menulis stylenya saja yang terdiri atas selector id dan class. Contohnya jika anda berfokus pada background atau latar belakang anda dapat mengatur penggunaan image atau warna solid sebagai background, serta mensetting ukuran secara fixed atau sesuai ukuran asli dan lain sebagainya.
Jika penulisan kode CSS dijadikan satu dengan file HTML maka biasanya dapat ditulis di bagian Head, beda halnya dengan file Javascript yang diletakan pada Body di bagian terakhir. Sedangkan jika penulisan file CSS di halaman tersendiri maka tidak ada patokan khusus, namun perlu diperhatikan pada dokumen yang menggunakan CSS haruslah ada instruksi untuk pemanggilan file CSS beserta class – classnya.
Untuk mengetahui macam – macam kode atau script dari CSS anda dapat mencari di internet baik secara utuh maupun dalam bentuk tutorial satu – persatu. Tergantung dari anda sendiri lebih cocok menggunakan metode apa dalam pembelajaran.
Saat inipun sudah banyak dijumpai paket pembelajaran CSS lengkap seperti W3School dengan bahasan mengenai website secara menyeluruh serta Bootstrap yang saat ini juga cukup menjadi trending. Di dalam Bootstrap ini anda dapat menemukan script otomatis untuk Front End Website (desain / tampilan website) meliputi HTML, CSS dan Javascript khusus pengguna Bootstrap.
Itulah pengertian CSS beserta fungsi dan cara kerja CSS yang perlu anda ketahui. Dengan bantuan CSS, kita dapat membuat tampilan website yang kita buat menjadi lebih keren dan menarik. Selain itu, keberadaan CSS ini tidak membuat loading website anda menjadi berat. Semoga penjelasan mengenai CSS ini bermanfaat dan mudah dipahami.



4.SEJARAH DAN PERKEMBANGAN CSS

CSS (Cascading Style Sheet) adalah standar pembuatan dan pemakaian style untuk dokumen terstruktur. CSS digunakan untuk mempersingkat penulisan tag HTML \ seperti font, color, text,  dan table menjadi lebih ringkas sehingga tidak terjadi pengulangan tulisan. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML maupun XHTML. Meskipun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk juga SVG dan XUL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).
CSS pertama kali bermula sejak munculnya SGML pada tahun 1970an. Sejak kemunculannya tersebut, CSS mengalami perkembangan yang sangat pesat. Format dasar CSS yang banyak kita gunakan sekarang ini merupakan ide dari seoang programmer bernama Hakon Wium Lie yang tertuang dalam proposalnya mengenai Cascading HTML Style Sheet (CHSS) pada bulan Oktober 1994 (dalam konferensi W3C di Chicago, Illinois). Kemudian, beliau bersama-sama dengan seorang temannya yang bernama Bert Bos mengembangkan suatu standard CSS.
Pada akhir tahun 1996, CSS telah resmi dipublikasikan (dan menyusul kemudian CSS Level 1 pada bulan Desember). Pengerjaan proyek ini juga didukung oleh seorang programmer bernama Thomas Reardon dari perusahaan software ternama, Microsoft. CSS digunakan oleh penulis maupun pembaca halaman web untuk menentukan warna, jenis huruf, tata letak, dan berbagai aspek tampilan dokumen. CSS digunakan terutama untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau bahasa markup lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS).
Pemisahan ini dapat meningkatkan aksesibilitas isi, memberikan lebih banyak keleluasaan dan kontrol terhadap tampilan, dan mengurangi kompleksitas serta pengulangan pada stuktur isi. CSS memungkinkan halaman yang sama untuk ditampilkan dengan cara yang berbeda untuk metode presentasi yang berbeda, seperti melalui layar, cetak, suara (sewaktu dibacakan oleh browser basis-suara atau pembaca layar), dan juga alat pembaca braille. Halaman HTML atau XML yang sama juga dapat ditampilkan secara berbeda, baik dari segi gaya tampilan atau skema warna dengan menggunakan CSS.
Sekarang penggunaan CSS telah semakin meluas dan terus dikembangkan. Hal ini juga akan mempermudah seorang web designer dalam mengembangkan suatu halaman web (situs).
Ada 3 cara untuk memasang Script CSS pada dokumen HTML yaitu:
  • External Style Sheet (file CSS berbeda dari file HTML),
  • Internal Style Sheet (Kode CSS dipasang di dalam tag head HTML),
  • Inline Style Sheet (Kode CSS langsung dipasang di tag HTML, tidak direkomendasikan).

  1. 1.      CSS level 1
Pada tanggal 17 Agustus 1996 World Wide Web Consortium (W3C) menetapkan CSS sebagai bahasa pemrograman standard dalam pembuatan web. Tujuannya adalah untuk mengurangi pembuatan tag-tag baru oleh Netscape dan Internet Explorer, karena kedua browser tersebut sedang bersaing mengembangkan tag sendiri untuk mengatur tampilan web.
CSS 1 mendukung pengaturan tampilan dalam hal :
  1. Font (Jenis ketebalan).
  2. Warna, teks, background dan elemen lainnya.
  3. Text attributes, misalnya spasi antar baris, kata dan  huruf.
  4.  Posisi teks, gambar, table dan elemen lainnya.
  5.  Margin, border dan padiing.
  1. 2.      CSS level 2
W3C menyempurnakan CSS tahap awal dengan menciptakan standard CSS 2 yang menjadi standard hingga saat ini pada tahun1998. Semua atribut dari CSS 1 dimasukkan dan diperluas dengan penekanan pada International Accessibiality and Capacibilty kususnya media-specific CSS. CSS 2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer.
  1. 3.      CSS level 3
CSS 3adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam mendesain website. CSS 3 dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna dan animasi 3D. Desainnya yang memudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS 3 yaitu : Multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS-Math dan CSS Object Model.
Fitur terbaru CSS 3 :
  1. Animasi, sehingga pembuatan animasi tidak memerlukan program sejenis Adobe Flash dan Microsoft Silverlight.
  2. Beberapa efek teks, seperti teks berbayang, kolom koran dan “Word-Wrap”.
  3. Beberapa efek pada kotak, seperti kotak yang ukurannya dapat diubah-ubah, transformasi 2 dimensi dan 2 dimensi, sudut-sudut yang tumpul dan bayangan.


5.Kelebihan dan Kekurangan CSS
Sama halnya dengan objek – objek lain yang ada dimuka bumi ini. Dalam penggunaanya, CSS juga tidak luput dari kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan CSS yang saya tahu.
Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan CSS :
Kelebihan CSS: 
  •  CSS sangat mudah untuk dipelajari dan digunakan
  • CSS memisahkan antara Desain dan Konten Web/Blog
  • Pengaturan Desain dapat dilakukan seefisien mungkin
  • Karena satu css dapat dipakai beberapa kali ,maka dapat menghemat penulisan kode
  • Mempersingkat waktu kerja, baik saat membuat maupun saat modifikasi halaman Web/Blog
  • Ukuran file HTML jadi lebih kecil, karena biasanya CSS disimpan di file terpisah (External Stylesheet)
Kekurangan CSS :
  • CSS sangat menyita waktu karena tidak semua browser mengartikan sintaks-sintaks CSS yang sama
  • Kadang desain sudah terlihat rapih di suatu browser namun ketika dicoba di browser lain malah jadi acak-acakan
  • Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan script-script khusu(CSS Hack)
6.contoh css
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
  <head>
    <title>Pengenalan HTML</title>
  </head>
  <body>
    <h1>Berita Utama</h1>
    <p>
        Elemen h1 digunakan untuk menandakan sebuah header dari teks
        (h1 == header 1). Konten teks ini sendiri berada di dalam
        sebuah paragraf, yang ditandai oleh elemen p.
    </p>
    <p>
        Paragraf kedua.
    </p>
  </body>
</html>











0 komentar:

Posting Komentar